Berita & Event

Pemuda Kalitidu Bojonegoro Kembangkan Kerajinan Via Online Hingga Eksport

kerajinan kayu bojonegoro

Pemuda Kalitidu Bojonegoro Kembangkan Kerajinan Via Online Hingga Eksport. Wilayah Bojonegoro merupakan salah satu penghasil kayu jati dengan kualitas terbaik. Banyaknya produksi hutan jati juga memicu masyarakat sekitar untuk terampil dan kreatif dalam memanfaatkan hasil sampingan kayu jati termasuk kerajinan.

Kerjainan kayu jati sangat diminati oleh pasar domestik dan eksport, namun pada beberapa tahun terakhir pengrajin kayu di Bojonegoro seolah mengalami stagnan dalam penjualan. hal ini dipicu desain kerajinan kayu yang cenderung monoton tidak mengikuti selera kaum milenial yang menjadi target pasar besar.

Melihat Kondisi tersebut, Muhammad Yatari tergerak untuk membuat Situs penjualan online woodcraft.id. yang fokus pada desain dan produksi kerajinan kayu yang mengikuti selera pasar milenial. Pengalaman Muhammad yatari dalam menggeluti bisnis ekspor kayu selama beberapa tahun terakhir turut membuatnya optimis.

Apalagi Woodcraft.id bukanlah marketplace yang menjadi tempat beragam produsen bisa menjual seperti pada umumnya, namun woodcraft.id memproduksi sendiri dan melakukan kualiti kontrol dengan ketat. Ini untuk menjaga kualitas produk dan menjaga ekspektasi pembeli. Woodcraft.id lebih suka memberdayakan pengrajin lokal dan melakukan pembinaan secara rutin.

Saat ini berbagai produk woodcraft.id banyak diekspor ke pasar singapura dan juga pasar Domestik jakarta dan bali. “kerjainan merupakan komoditas strategis karena menghasilkan devisa triliunan rupiah pertahun” kata Muhammda yatari. “Kendala yang sering dihadapi adalah trend perkembangan zaman, apalagi generasi milenial menyukai berbagai desain yang unik, disinilah posisi kami mengenal berbagai desain kontemporer ke pengrajin dan membantu memasarkannya”.

Namun, Upaya Muhammad yatari bukannya tanpa kendala sebab para pengrajin seringkali tidak punya cukup biaya, sehingga pihak Woodcraft.id sering membantu dalam start permodalan awal, mendampingi, dan meninjau kualitas produksi.

 

Pasar Ekpsor Kerajinan Potensial

Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Hadi Joewono mengatakan, menembus pasar baru ekspor memang menjadi salah satu upaya mendorong nilai ekspor lebih tinggi.

Potensi menembus pasar baru ekspor tersebut pun dimiliki oleh usaha kecil dan menengah (UKM) yang selama ini masih mandek ekspornya.

Sayangnya, Handito melihat, kebijakan pemerintah untuk mendorong ekspor belum terintegrasi dengan baik. “Mestinya Kemko Perekonomian perlu lebih galak mengoordinasikan pihak-pihak terkait ekspor,” kata Handito, Rabu (7/11).

Melalui Gerakan Eksportir Nasional (GEN), Kadin mendorong upaya penambahan jumlah eksportir yang terbagi menjadi tiga pelaku. Pertama, kalangan perguruan tinggi alias mahasiswa yang memiliki banyak potensi dan inovasi untuk membuat produk layak ekspor.

Selanjutnya, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang merupakan produsen barang-barang ekspor itu sendiri. Terakhir, UKM selaku pedagang (trader) yang fokus menjual barang-barang hasil produksi ke pasar luar negeri.

“Kami sedang gencar mengupayakan gerakan ini (GEN) dengan cita-cita mencetak 100.000 eksportir baru dalam kurun 10-14 tahun ke depan. Lebih cepat, lebih baik,” ungkap Handito.

Sebab, aktivitas ekspor masih didominasi oleh korporasi besar dengan komoditas-komoditas yang tradisional. Padahal, Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada sekitar 815.000 unit usaha kecil dan menengah di Indonesia per tahun 2017 dan memiliki potensi ekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *